Welcome ![]() ♥Assalamualaikum and holla everyone! ♥Before anything else please follow these rules: -No ripping -spamming -No harsh words -and any type of childish acts. ♥Respect is a must. ♥Best-viewed with Google Chrome only. ♥Enjoy your stay ^^ The Writer ![]() Nia Kariani Merlion City A daughter, a wife and a mother ♥ reading, eating, baking, bentoing & digital scrapbooking View my complete profile Time |
Naik Pangkat | Thursday, July 01, 2010
Setelah hampir 6 tahun menjadi anak tunggal, alhamdulillah Rayna akan segera menjadi kakak. Hm, 6 tahun.. waktu yang sangat lama. Bahkan saya pun sudah lupa rasanya mual-mual di awal kehamilan, ngidam makanan tertentu, bagaimana gerakan senam hamil, dan berbagai rasa yang saya alami saat kehamilan. Tetapi rasa sakit saat melahirkan sepertinya masih terekam dgn baik di ingatan :) Awalnya ada sedikit ketakutan kalau Rayna akan merasa "tersaingi" jika dia tahu bahwa dia akan menjadi kakak. Ternyata saya salah besar. Meskipun dulu saat saya belum hamil, dan setiap diajukan pertanyaan, "Rayna, mau punya adik ga?" saya akan selalu mendapat jawaban "I don't like baby!" Pada kenyataannya Rayna sangat excited begitu tahu dia akan mendapat adik. Bahkan dengan senang hati langsung mengumumkan bahwa adik bayi dalam perut saya dia kasih nama Upin *huwaaa, ga relaaaa* Untungnya nama Upin tidak bertahan lama, Rayna mendapat ide baru pas liburan sekolah. Bergantilah nama Upin menjadi Mac *lumayanlah dari Upin hihihi* *** Ketika saya muntah-muntah di awal kehamilan. Rayna akan menunggu saya di depan pintu toilet sambil bertanya, "Mummy, are you okay?" dan setelah itu dia akan berlari ke dapur mengambilkan saya minum. Rasanya tidak percaya, Rayna yang masih takut tidur sendiri dan sering ngambek kalau disuruh pulang dari bermain bisa penuh perhatian seperti itu kepada saya. Namun terkadang perhatian Rayna terhadap perubahan fisik saya terlalu berlebihan. Rasanya sudah tidak terhitung saya mendengar komentar Rayna, seperti, "Mummy, you're getting fat and fatter," atau "Mummy, do you know your butt is getting bigger?". Waduhhh.. anak ini mengapa jujur sekali dalam berkomentar??? *zzzingggg langsung tertohok hingga tak mampu berkata-kata* Terlepas dari semua itu saya sangat bersyukur, Rayna cukup pengertian dengan keadaan saya yang sedang hamil. Manjanya sudah banyak berkurang dan makin mandiri. Setiap pagi, Rayna selalu memeluk dan mencium perut saya sambil berkata, "I love you baby Mac." Kalau lagi rajin, malam sebelum tidur mau disuruh baca buku cerita untuk si adik (strategi ibunya supaya absen bacain cerita ke Rayna). Yang jelas kehamilan saya kali ini semakin berwarna dengan adanya kakak Rayna ![]() |