Follow me? Back to your Dashboard
My Online Diary
Welcome


Assalamualaikum and holla everyone!
♥Before anything else please follow these rules:

-No ripping
-spamming
-No harsh words
-and any type of childish acts.

Respect is a must.
♥Best-viewed with Google Chrome only.
♥Enjoy your stay ^^


------------------


The Writer



Nia Kariani
Merlion City
A daughter, a wife and a mother
♥ reading, eating, baking, bentoing & digital scrapbooking
View my complete profile




Time





Sweet Notes





Lovely Friends





Memories

Yuhu...
Apdet Perdana 2008
Akibat Jatuh
Jalan-Jalan Part 2
Jalan-Jalan Part 1
Wiken Padet
Ngumpul
Akhirnya Apdet..
Rayna n Friends
Atit

July 2006
August 2006
September 2006
October 2006
November 2006
December 2006
January 2007
February 2007
March 2007
April 2007
May 2007
June 2007
July 2007
August 2007
September 2007
October 2007
November 2007
December 2007
January 2008
February 2008
March 2008
April 2008
May 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
January 2009
June 2010
July 2010
January 2012




Music

Can you just hear this?






Visitor



online





Big Applause

Template made by: Adawiyah =)
Basecode from: Ziera
Follow and Dashboard from: Ayem
Navigations from: Athirah Rahim
Header made at: Photoshop Cs3





Tentang Rayna | Monday, February 04, 2008
Seiring berjalannya waktu, ga terasa Rayna udah semakin besar. Dulu awal-awal masuk sekolah, Rayna masih sering minta Mummy or Daddy ikut school bus bareng dia. Sekarang, setiap qta bilang mau datang ke sekolah Rayna pasti deh di nona kecil bilang, "I can go to school by my self, you stay at home, OK." Hihihi, kalo dulu diminta nemenin ke sekolah, sekarang malah ditolak kalo mau ditemenin.

Dulu, Rayna masuk sekolah pre-nursery pada usia 2,5 thn. Sekolahnya dr senin-jum'at selama 3 jam. Sempat sakit pada minggu pertama sekolah karena kecapekan. Pas Rayna sakit, ada perasaan bersalah pd diri Mummy, apa terlalu dini ya masukin Rayna ke sekolah? Akhirnya, setelah diskusi ama Daddy plus minta petunjuk ama yg di Atas, akhirnya qta mantap utk tetap melanjutkan sekolah Rayna. Setelah masuk sekolah, Rayna lebih mandiri, friendly dan makin banyak vocab.

Nah, soal vocab niy yg kadang bikin Mummy geleng-geleng kepala. Di rumah, qta ga pernah ngomong kata-kata yg kasar sama sekali. Bisa dibayangkan betapa terkejutnya Mummy, ketika suatu hari Rayna bilang, "skupid". Awalnya ga ngeh Rayna ngomong apa ya... ternyata yg dia maksud "skupid" itu stupid. Duarrr, terasa tertampar... Dari mana ya Rayna bisa tau kata tsb, pas Mummy tanya, dia bilang dr temennya. Mummy berusaha jelasin ke Rayna kalo kata tersebut jelek, dan jangan digunakan lagi. Rayna siy janji ga gunain kata tsb lagi pas diterangin. Lega, rasanya...

Hampir 3 bulan lebih, Rayna ga menggunakan kata tsb. Nah, sejak masuk sekolah lagi setelah school holiday, si nona kecil malah nambah vocabnya yg buruk. Kali ini "fool girl". Pertama kali Rayna mengucapkan kalimat tsb pas dimarahin ama Mummy, trus dia bilang ke Mummy,"you fool girl." Weks, kacau niy... Hasil intrograsi, kalimat tsb Rayna dpt dr temennya. Kembali, Mummy jelasin kata tsb buruk.

***

Rayna memang udah makin besar, dia mulai mengenal dunia luar yang penuh dengan warna warni kehidupan. Mummy ga bisa terus mengontrol Rayna selama 24 jam. Mummy hanya bisa memohon sama Allah di setiap doa, agar Rayna selalu dilindungi dari hal-hal yg buruk, menjadi anak yang sholelah dan baik budi bahasanya. Seperti syair Khalil Gibran berikut:

Dan seorang perempuan yang menggendong bayi dalam dakapan dadanya berkata, Bicaralah pada kami perihal Anak.

Dan dia berkata:
Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh.
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.

(Dari ‘Cinta, Keindahan, Kesunyian’)

:+: Kahlil Gibran :+:



posted by Nia at 2/04/2008 07:26:00 AM | 0 Memory




Older Post | Newer Post